Rabu, 23 September 2015
Selasa, 22 September 2015
💌 KEAGUNGAN HARI DAN PUASA AROFAH BERDASARKAN HADITS-HADITS SHOHIH
Bismillah.
Hari Arofah adalah hari yang sangat mulia di sisi Allah dan memiliki banyak keagungan dibandingkan dengan hari-hari selainnya.
Berikut ini beberapa keutamaan hari Arofah berdasarkan hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.
1) Hari Arofah adalah hari disempurnakannya agama dan nikmat Allah bagi kaum muslimin (Baca QS. Al-Ma’idah: 3). 2) Puasa pada hari Arofah dapat menghapuskan dosa-dosa selama 2 tahun
Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:
Dari Abu Qotadah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arofah, maka beliau menjawab: “Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim). 3) Hari Arofah adalah hari raya bagi kaum muslimin
Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu secara marfu’ (yakni sanadnya tersambung kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, pent): “Hari Arofah, hari Nahr (hari Qurban), dan hari-hari Tasyriq adalah hari raya bagi kita umat Islam, dan hari-hari itu adalah hari-hari untuk makan-makan dan minum.” (SHOHIH. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah). 4) Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka
Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:
Dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Tidak ada satu haripun yang Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka kecuali hari Arofah. Di hari itu Dia mendekat kemudian membanggakan mereka (yang wukuf) di hadapan para malaikat.” (HR. Muslim, an-Nasai, dan Ibnu Majah). ●»Baca Selengkapnya di :
https://abufawaz.wordpress.com/2012/10/17/keagungan-hari-dan-puasa-arofah-berdasarkan-hadits-hadits-shohih/ 📝 Oleh Ustadz Abu Fawaz Muhammad Wasitho
Puasa Arafah jatuh pada besok rabu 23 Sept 2015, semoga dimudahkan oleh Allah
Minggu, 13 September 2015
SMILE ITS A SUNNAH
Assalamu'alaikum
Selamat Hari Seniin Ukhti ku sayang..
Apa kabar imanmu hari ini? semoga semakin bermujahiddah untuk terus istiqomah di Agama Islam yang Sempurna ini yaaa..
Walaupun hari senin...tapi jangan beteee yaaaa..hihi
Senyuum duluu doong 😊
“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR.
Tirmidzi 1956)
Hadits ini juga dalil bahwa senyum itu merupakan sedekah.
Walhamdulillah, betapa Allah itu Ar Rahim, sangat penyayang kepada hamba-Nya.
Karena ternyata sedekah itu tidak harus dengan uang atau harta benda. Cukup
menggerakkan otot wajah dan bibir, membentuk sebuah senyuman, seseorang sudah
bisa bersedekah. Betapa banyak orang yang ditemui setiap hari sehingga betapa
banyaknya sedekah yang dilakukan jika kita mempraktekan akhlak mulia ini.
Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “Make things
easy! And do not make them complicated! Be cheerful! And do not be repulsive.”
Andai anda berat untuk tersenyum, setidaknya janganlah
bermuka masam, kecut, sinis kepada orang lain. Sekedar memasang muka yang
cerah, itu sudah dihitung kebaikan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun,
walaupun itu berupa cerahnya wajahmu terhadap saudaramu” (HR. Muslim, no. 2626)
just gotta keep on smilin!!!! its A Sunnah 😊
by @ukhtinurani
Kamis, 10 September 2015
Indahnya Hijrah
Indahnya Hijrah..
Tak pernah menyangka hidayah akan datang padaku
menyapa dengan manis dan lembut
membuatku semakin yakin kasih sayang Allah SWT begitu besar
nikmat islam ini sungguh membuatku terharu
betapa tidak aku bersyukur
Di semester lima aku di sandingkan dengan teman2 yang membuatku bertahan
bertahan atas ujian demi ujian di awal mula aku berhijrah
Sudah banyak proses aku laluli..
kekeliruan dan kesesatan yang dulu pernah aku lewati
kini
semua seakan terang danjelas
islam
terasa begitu indah begitu tentram
membuatku semakin cinta
Seperti baru dilahirkan kembali
banyak hal yang harus aku cari
bekal ilmu untuk akhiratku
bekal amal untuk timbanganku
semua hal yang dulu tak pernah terpikir dibenakku

Sekarang,
aku tak malu lagi pakai khimar gombrang dan panjang
aku tak ragu lagi memakai rok dan gamis setiap hari
aku tak takut lagi dibilang aneh
aku tak terobsesi akan dunia
aku tak terobsesi cinta
aku tak bosan lagi duduk di majelis ilmu berjam-jam
aku tak mengapa dibilang asing
Aku cinta Allah, aku sangat mencintaiNya..
seluruh hidup yang aku miliki
Akupun sangat mencintai Rasullku
semua akan kucoba mengikuti tuntunan sunnah
Bismillah..
Tuba lil Ghuroba
Insyaa allah
#Ukhtinurani
Tak pernah menyangka hidayah akan datang padaku
menyapa dengan manis dan lembut
membuatku semakin yakin kasih sayang Allah SWT begitu besar
nikmat islam ini sungguh membuatku terharu
betapa tidak aku bersyukur
Di semester lima aku di sandingkan dengan teman2 yang membuatku bertahan
bertahan atas ujian demi ujian di awal mula aku berhijrah
Sudah banyak proses aku laluli..
kekeliruan dan kesesatan yang dulu pernah aku lewati
kini
semua seakan terang danjelas
islam
terasa begitu indah begitu tentram
membuatku semakin cinta
Seperti baru dilahirkan kembali
banyak hal yang harus aku cari
bekal ilmu untuk akhiratku
bekal amal untuk timbanganku
semua hal yang dulu tak pernah terpikir dibenakku

Sekarang,
aku tak malu lagi pakai khimar gombrang dan panjang
aku tak ragu lagi memakai rok dan gamis setiap hari
aku tak takut lagi dibilang aneh
aku tak terobsesi akan dunia
aku tak terobsesi cinta
aku tak bosan lagi duduk di majelis ilmu berjam-jam
aku tak mengapa dibilang asing
Aku cinta Allah, aku sangat mencintaiNya..
seluruh hidup yang aku miliki
Akupun sangat mencintai Rasullku
semua akan kucoba mengikuti tuntunan sunnah
Bismillah..
Tuba lil Ghuroba
Insyaa allah
#Ukhtinurani
Rabu, 09 September 2015
Stop Music Play Murottal
Pahala orang mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan jelas dalam surat (7) Al A’raaf ayat 204 dijelaskan:
“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat.”
Mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan baik dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat ALLAH, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan baik. Demikian besar mu’jizat Al Qur’an sebagai wahyu ILAHI, yang tak bosan-bosan orang membaca dan mendengarkannya. Malahan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al Qur’an;
Bila Al Qur’an dibaca dengan lidah yang fasih, dengan suara yang baik dan merdu akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya.
Bagaimana keadaan orang Mu’min tatkala mendengarkan bacaan Al Qur’an itu, digambarkan oleh firman ALLAH:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) ALLAH, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Robb lah mereka bertawakkal.”
*QS Al Anfaal
Hasil analisis kajian dari riset yang dilakukan Siwi Sri W.; Antok Supriyanto P. M.; Puteh Noer Mahlawi dari Universitas Diponegoro tentang Relaksasi dan Spiritual Care: Terapi Audio dengan Murottal Al Quran Sebagai Terapi Inovasi Baru dalam Manajemen Perawatan Pasien Amuk di Rumah Sakit Jiwa menunjukkan bahwa pasien amuk membutuhkan teknik relaksasi yang dapat mereka lakukan tanpa harus berperan aktif didalamnya. Perlakuan ini dapat mereka dapatkan dengan relaksasi audio/suara dengan dasar bahwa suara dapat digunakan untuk merelaksasikan otot dan pikiran. Terapi ini dapat dijadikan sebagai terapi relaksasi yang efektif bagi pasien amuk. Terapi audio dengan murottal Al Quran juga membantu memenuhi kebutuhan spiritualitas pasien yang beragama Islam.
- ukhtinurani
“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat.”
Mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan baik dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat ALLAH, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan baik. Demikian besar mu’jizat Al Qur’an sebagai wahyu ILAHI, yang tak bosan-bosan orang membaca dan mendengarkannya. Malahan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al Qur’an;
Bila Al Qur’an dibaca dengan lidah yang fasih, dengan suara yang baik dan merdu akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya.
Bagaimana keadaan orang Mu’min tatkala mendengarkan bacaan Al Qur’an itu, digambarkan oleh firman ALLAH:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) ALLAH, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Robb lah mereka bertawakkal.”
*QS Al Anfaal
Hasil analisis kajian dari riset yang dilakukan Siwi Sri W.; Antok Supriyanto P. M.; Puteh Noer Mahlawi dari Universitas Diponegoro tentang Relaksasi dan Spiritual Care: Terapi Audio dengan Murottal Al Quran Sebagai Terapi Inovasi Baru dalam Manajemen Perawatan Pasien Amuk di Rumah Sakit Jiwa menunjukkan bahwa pasien amuk membutuhkan teknik relaksasi yang dapat mereka lakukan tanpa harus berperan aktif didalamnya. Perlakuan ini dapat mereka dapatkan dengan relaksasi audio/suara dengan dasar bahwa suara dapat digunakan untuk merelaksasikan otot dan pikiran. Terapi ini dapat dijadikan sebagai terapi relaksasi yang efektif bagi pasien amuk. Terapi audio dengan murottal Al Quran juga membantu memenuhi kebutuhan spiritualitas pasien yang beragama Islam.
- ukhtinurani
Senin, 07 September 2015
TARBIYAH DZATIYAH
Tarbiyah Dzatiyahadalah sejumlah sarana Tabiyah (pembinaan), yang diberikan orang muslim, atau muslimah, kepada dirinya, unuk membentuk kepribadian islami yng sempurna di seluruh sisinya : ilmiah, iman, akhlak, sosial, dan lain sbagainya, dan naik tinggi ke tingkatan kesempurnaan sebagai manusia.
PENTINGNYA TARBIYAH DZATIYAH
a. Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain
“Hai orang-orang ya beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu “( At Tahrim:6)
b. Jika Anda tidak mentarbiyah (membina diri Anda), siapa yang yang mentarbiyah Anda?
“(Ingatlah) Hari Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan” (At Taghabun:9)
c. Hisab kelak bersifat Individual
“dan setiap mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dengan dirinya sendiri” (Maryam:95)
d. Tarbiyah Dzatiyah lebih mampu mengadakan perubahan
Seseorang tidak dapat meluruskan esalahan-kesalahannya atau aib-aibnya dengan sempurna dan permanen jika ia tidak melakukan upaya perbaikan ini, dengan Tarbiyah Dzatiyah, karena ia lebih tahu diri sendiri dan rahasianya.
e. Tarbiyah Dzatiyah adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqomah
Perumpamaan Tarbiyah Dzatiyah ialah seperti pohon, yang jika akar-akarnya menancap kuat di bumi, maka pohon tersebut tetap kokoh, kendai terkena angin dan badai.
f. merupakan dakwah yg efektif, krna tau kebutuhan diri sendiri
g. membentuk pribadi yg berkarakter
SARANA-SARANA TARBIYAH DZATIYAH
1. muhasabah “Hai orang-orang yang beriman, bertakwlah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mmperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)”(Al Hasyr: 18)
2. tobat
3. mencari ilmu dan menambah wawasan (tamak akan ilmu)--> hadiri ta'lim dll
harus niat lurus dan ikhlas karena allah
4. menambah amalan iman wajib&sunnah
5. memperindah akhlak
6. melibatkan diri aktivitas dakwah
7. mujahaddah (bersungguh2)
8. berdoa dengan tulus. “Iman pasti lusuh di hati salah seorang dari kalian, sebagaimana pakaian itu lusuh. Karena itu, mintalah Allah memperbaharui iman di hati kalian” (HR. Ath Thabrani)
By: @ukhtinurani #percikan @pedulijilbab
Ref Buku: "Tarbiyah Dzatiyah" Abdullah Bin Abdul Aziz
Selasa, 21 Juli 2015
Welcome....!!!!
Bismillah...
.
"Metamorfosis is Real Hijrah"
Seorang Muslimah yang Baru membuka lagi Blognya
.
Nurani Larasati Lestari Sembodo
.
you can call me "ukhtinurani"
.
.
.
.
.
.
Semoga Semakin Bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)



